Lompat ke konten

PW IPM Jatim Bekerjasama Dengan Majalah Kuntum Sebagai Langkah Awal Peningkatan Literasi

IPMJATIM.OR.ID – Di kalangan pelajar dirasakan adanya hambatan komunikasi dan informasi positif, kreatif, dan edukatif sejalan dengan maksud pendidikan yang dicita-citakan. Dalam kenyataannya, arus informasi dan komunikasi yang meliputi para pelajar dewasa ini banyak dikuasai oleh media massa yang berorientasi bukan pada pendidikan tetapi pada komersialisme, konsumerisme dan gaya hidup.

Hal ini dikhawatirkan akan membawa pengaruh negatif baik secara psikologis maupun secara idiologis bagi pelajar, serta tidak sejalan dengan maksud dan cita-cita pembangunan nasional. Di Indonesia dirasakan masih kurang adanya media massa yang dapat digunakan untuk menyalurkan berbagai informasi, bakat, kreativitas dan aspirasi yang khas untuk kehidupan para pelajar.

Atas dasar itu, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur melakukan kerjasama dengan Majalah Kuntum, sebagai langkah awal peningkatan literasi di kalangan pelajar. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan Literacy Academy di Kabupaten Magetan, Senin (20/6).

Majalah Kuntum adalah majalah bulanan pelajar di Indonesia yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat (PP) IPM. Majalah ini merupakan majalah pertama yang diterbitkan secara mandiri oleh IPM. Kuntum adalah saksi sejarah perjalanan dinamika remaja, terkhusus di kalangan Muhammadiyah. Sejarah yang sayang jika hilang begitu saja.

Majalah ini telah terbit sejak pertangahan tahun 1976. Kehadirannya diinisiasi oleh kader-kader IPM di Yogyakarta dengan bantuan pengurus Muhammadiyah setempat. Kemunculan Kuntum bisa dibilang satu generasi dengan kelahiran banyak majalah dan tabloid remaja beberapa dekade silam. Sempat tidak terbit untuk beberapa waktu, Kuntum kembali terbit pada 1982 dan akhirnya memperoleh izin resmi pada Maret 1988.

Nafis Zamani Alfiansyah, Ketua Umum PW IPM Jawa Timur mengatakan kerjasama dengan Majalah Kuntum adalah langkah awal peningkatan literasi. Tidak hanya pembelajaran secara individu masing-masing, tetapi menjadi suatu ranah aktual atau implementasi sebagai pelajar Muhammadiyah.

“Kita sebagai pelajar Muhammadiyah harus lebih semangat melakukan literasi. Tidak hanya menulis dan membaca saja, namun ini sebagai bentuk apresiasi bahwa pelajar perlu adanya wadah untuk ruang menulis, salah satunya di Majalah Kuntum,” tambahnya.

Nafis juga menambahkan, ini adalah momentum yang tepat bagi pelajar Jawa Timur agar bisa berlangganan atau membeli tulisan harian karya literasi dari IPM seluruh Indonesia.

Harapan Nafis kedepannya, kader IPM Jawa Timur harus mampu memanfaatkan ruang ini semaksimal mungkin. Ia juga mengatakan agar pelajar Muhammadiyah mampu menjadi bagian dari Majalah Kuntum.

“Semoga kedepannya kader IPM Jawa Timur mampu memanfaatkan ruang ini semaksimal mungkin, tidak hanya membelinya atau berlangganan tetapi juga harus bisa menjadi kontributor penulis di majalah tersebut,” tuturnya. (Mahes)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: