Lompat ke konten

Semarak Milad IPM ke 61, IPM MBS Al Amin Bojonegoro Gandeng Pebisnis Muda Dalam Seminar Entrepreneurship

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Boarding School (MBS) Al Amin Bojonegoro gelar Seminar Entrepreneurship. Acara ini digelar Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) dalam rangka menyemarakkan Milad IPM ke-61. Bertempat di Masjid Al Huda Pondok Pesantren MBS Al Amin Bojonegoro.

Acara ini diikuti oleh seluruh santri dan pengurus PR IPM MBS Al Amin, Senin (18/06). Dihadiri pula oleh Gusti Bintang Deva Winendra Founder dan CEO Kedai Kopi New Normal, sebagai pemateri. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Cabang (PC) IPM Bojonegoro Kota.

Gusti Bintang Devan Winendra yang akrab dipanggil Obin, pemuda asli Bojonegoro ini merupakan siswa kelas 12 SMA Negeri 4 Bojonegoro. Dengan kriteria umur yang bisa dikatakan sebaya dengan kebanyakan santri, ia telah sukses menjadikan New Normal menjadi Kedai Kopi terbaik se-Bojonegoro.

Dalam materinya, Obin menjelaskan, “Entrepreneur adalah orang atau subjek yang melakukan atau mengelola sebuah kegiatan usaha. Sementara entrepreneurship adalah kegiatan pengusaha dalam mencapai profit, mengelola bisnis, dan sebagainya”.

Ia juga menjelaskan tentang 5 elemen entrepreneurship. “Ada 5 elemen entrepreneurship, yaitu keyakinan terhadap bisnis yang dijalankan, pintar dalam membaca peluang, keberanian memutuskan sesuatu dan mengambil resiko, keseharian dan kebiasaan, dan memiliki tujuan akhir dari bisnis yang dijalankan,” ungkapnya.

Menurutnya, poin terpenting adalah melihat peluang dari sebuah masalah yang ada di sekitar kita. Menciptakan kultur baru yang modern dan kekinian atas dasar masalah yang ada di daerah itu menjadikan bisnis kita fresh dan layak untuk diminati banyak orang. Hal ini yang menjadi pacuan dalam mendirikan kedai kopi New Normal.

“Tujuanmu sukses, tapi kamu suka tidur? Boleh! Namun rubah mindset itu dengan bekerja keras di awal supaya nanti kamu bisa sukses sambil tidur,” tutur Obin. Ia beranggapan bahwa kerja keras apapun itu asal diniati dengan baik dan istiqomah maka akan membuahkan hasil, meskipun berawal dari nol dan tidak punya apa-apa.

Obin bercerita, pada kedai kopi miliknya, ia cenderung tidak membutuhkan alat pembuat kopi seharga jutaan. Ia menganggap pembelian alat yang canggih, modern, stylish ujungnya hanya membuat usaha menjadi rugi jika tujuannya hanya ingin dianggap keren. Maka dalam proses perjalanan nya, New Normal hanya bermodal alat kopi seadanya seharga kurang dari seratus ribu rupiah.

Ia menambahkan, “Selain dari pengalaman seorang pebisnis butuh untuk belajar dari para ahli dan tokoh bisnis lainnya. Hal ini dirasa perlu, demi menjadikan usaha yang dijalankan lebih profesional dan minim keliru”.

Menjelang akhir materi nya, Obin menjelaskan ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh seorang pebisnis. Pertama, Bussines plan, menangkap sebuah peluang dari masalah dan mengukur akan seperti apa bisnis yang dijalankan.

Kedua, Bussines Implementation. Menjalankan segala rencana dan menjajali segala peluang. Lalu ketiga, Bussines Scorecard. Sebuah bentuk evaluasi atas apa yang telah direncakan dan dikerjakan supaya kedepannya menjadi bahan pembelajaran untuk lebih baik lagi. (Kelana Yudinta Akbar)

Tinggalkan Balasan