Lompat ke konten

Tahun 2022, Sekolah Muhammadiyah Wajib Laksanakan Fortasi

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur adakan audiensi bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Pada hari Rabu, 8 Juni 2022. Di kantor PWM Jawa Timur.

Dihadiri Langsung oleh ketua Majlis Dikdasmen, Dr. Arba’iyah Yusuf, M.A dan sekretaris Majelis Dikdasmen, Phonny Aditiwan Mulyana, MM. Sedangkan dari PW IPM Jawa Timur ada Nafis Zamani Alfiansyah ketua umum PW IPM, Kevin Argo Beni ketua bidang Perkaderan, Farhan Alif Ujilast ketua bidang Kajian Dakwah Islam (KDI), Ina Afrina Faiqotun Nisa ketua bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP), Razif Abdillah ketua bidang Lingkungan Hidup (LH), dan Devi Meyla bendahara umum.

Ketika tahun ajaran baru dimulai, para siswa dan siswi mungkin akan terbayang istilah MOS (Masa Orientasi Siswa). Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (Permendikbud No. 18/2016), istilah MOS diubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS.

Disekolah naungan organisasi Muhammadiyah sendiri, istilah MOS maupun MPLS telah lama diganti menjadi FORTASI yang merupakan akronim dari Forum Ta`aruf dan Orientasi Siswa. Kegiatan ini selain mengenalkan siswa dengan lingkungan sekolah yang baru, para guru yang akan mengajar mereka dan teman teman baru yang berasal dari sekolah yang berbeda.

Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian siswa yang unggul hingga nanti diharapkan ketika memasuki sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi, mereka dapat menjadi siswa yang jauh dari sifat kekanakan, lebih disiplin, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi pribadi yang dapat mandiri maupun sebagai seorang yang dapat bekerjasama dengan baik dalam suatu kelompok.

PW IPM Jawa Timur dan Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur menghimbau bahwasanya tahun ini sekolah-sekolah Muhammadiyah wajib melakukan FORTASI. Karena di tahun sebelumnya masih ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang masih menggunakan MPLS. (Mahes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *