Lompat ke konten

Tiga Kekuatan Pelajar Muhammadiyah

IPMJATIM.OR.ID – Setiap gerakan, pastinya memiliki power (kekuatan) dalam menggerakan visi dan misinya untuk mencapai tujuan. Apalagi sebuah perkumpulan atau organisasi yang mempunyai arah, tentulah kekuatan sangat diperlukan. Tak terkecuali organisasi pelajar, meski masih di usia sekolah, peran pelajar tidak bisa dikesampingkan dari kehidupan sosial.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang merupakan organisasi pelajar dan menjadi naungan dari persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, mempunyai tujuan yakni “Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” yang dimana tertuang dalam Anggaran Dasar IPM Pasal 6. Maka, pelajar Muhammadiyah pastilah menuju arah sebagaimana tujuan dari organisasinya. Lalu, kekuatan apa yang harus dimiliki oleh pelajar Muhammadiyah dalam menggapai tujuannya?.

Kekuatan Iman

Sebagai pelajar Muhammadiyah, keimanan menjadi hal penting dan mendasar dari segala proses kehidupannya. Apalagi Muhammadiyah yang merupakan organisasi yang lahir dari implementasi rasa iman, maka Ikatan Pelajar Muhammadiyah pastinya memiliki hal yang sama. Oleh karena itu, iman haruslah memiliki peringkat pertama pada pelajar Muhammadiyah, sehingga segala gerak langkahnya hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Pada tingkat pelajar, iman harus mendapatkan perhatian dan bimbingan. Dimana pada masa remaja, banyak sekali hal-hal yang dapat merusak masa depan serta cita-cita. Dengan bekal iman yang kokoh, akan menjadi benteng pelajar dalam belajar dan mempelajari berbagai macam proses kehidupan yang nantinya akan mendewasakan. Bagaimana mendapatkan iman yang kuat? Pastilah dengan meningkatkan berbagai pengetahuan tentang agama, karena agama cakupannya luas.

Pemahaman tentang agama pada pelajar sangat penting, bukan hanya soal ibadah, tetapi juga muamalah. Dengan ketauhidan yang murni, akan menjadi perisai diri bagi pelajar dalam menghadapi berbagai macam godaan. Oleh karena itu, iman menjadi pondasi utama bagi setiap manusia, termasuk pelajar. Dengan begitu, pelajar Muhammadiyah akan memiliki bekal iman yang dapat melindungi dirinya, serta mengarahkannya ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT, sehingga apa saja yang dilakukan dapat bernilai ibadah.

Setelah Beriman, Pelajar Harus Berilmu

Sebagaimana seorang pelajar, maka menuntut ilmu merupakan suatu tugas darinya. Memang belajar tidak hanya dibangku sekolah, namun masa pelajar adalah masa belajar di dunia pendidikan. Untuk apa mereka belajar? Pastilah untuk mendapatkan ilmu guna menjadi bekal dalam melalui proses kehidupan, dan juga untuk memberikan manfaat. Ilmu sejatinya untuk memberdayakan akal pikirannya, sehingga pelajar dapat membuat inovasi dari ilmu yang dia dapat.

Dengan ilmu, pelajar Muhammadiyah dapat memberikan pencerahan bagi umat, sehingga pelajar dapat memberikan dan mencurahkan pengetahuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Selain daripada itu, dengan ilmu, pelajar Muhammadiyah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat yang mungkin kurang mengetahui sesuatu permasalahan atau fenomena yang terjadi.

Bukan hanya ilmu pengetahuan umum, tetapi pelajar Muhammadiyah juga harus mengetahui tentang ilmu agama. Dimana dengan ilmu agama, pelajar akan mengerti banyak hal terkait dengan keagamaan. Misalnya ilmu fiqih, ketika pelajar memahaminya, maka akan mengerti bagaimana tata cara atau rukun ibadah dengan baik dan benar sesuai tuntunan syariat agama. Maka, ilmu akan menjadi faktor penting dalam menguatkan keimanan pelajar Muhammadiyah.

Amal Menjadi Implementasi Keimanan dan Ilmu

Ketika pelajar Muhammadiyah sudah mempunyai kekuatan iman yang kuat, serta ilmu dari belajarnya. Maka sudah seharusnyalah keduanya di implementasikan dalam kehidupan, melalui amalan yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Maka, amal menjadi kekuatan terakhir untuk menebar kebaikan bagi sesama. Sehingga, ilmu yang dimiliki oleh pelajar tidak hanya cukup buat dirinya sendiri, tetapi juga diamalkan dan ditularkan kepada sesama.

KH. Ahmad Dahlan sudah memberikan teladan dulu, bahwa mengamalkan dari apa yang dipelajari yang sering disebut dengan teori Al-Maun yang merupakan ciri khas dari Muhammadiyah itu sendiri. Jadi, pelajar Muhammadiyah haruslah menjadikan Kyai Dahlan sebagai panutan dan idola baginya. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, begitulah kata pepatah. Maka amal adalah bukti dari ilmu dan iman yang kita miliki, dan dengan amal pula kita akan mengerti manfaat dari ilmu.

Maka, pelajar Muhammadiyah haruslah memiliki keteguhan iman yang kuat, sebagai benteng bagi dirinya dari segala kemaksiatan dan godaan dunia. Pelajar Muhammadiyah juga harus memiliki ilmu, karena dengan ilmu, pelajar Muhammadiyah dapat memberdayakan dirinya. Sehingga akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang inovatif, karya yang kreatif, dan dapat memberikan edukasi serta pencerahan bagi orang banyak. Lalu ketika iman sudah tertanam dalam diri, ilmu telah dimiliki, maka dengan mengamalkan apa yang dia punya adalah kekuatan yang dapat mewujudkan tujuan dari IPM itu sendiri. Kemudian, dengan ketiga kekuatan itu, pelajar Muhammadiyah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Oleh :

Hendra Hari Wahyudi

Alumni PR IPM MTsM 6 Sugihan, Lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *