Wujudkan Pelajar Peduli Lingkungan, PC IPM Tanggulangin Gelar Sekolah Ekologi

IPMJATIM.OR.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tanggulangin gelar sekolah ekologi dengan tema “Memprakarsai Jiwa Pelajar Peduli Lingkungan”. Sesuai dengan tema yang diangkat, kegiatan ini ditujukan untuk pelajar yang mau menjadi kader peduli lingkungan se-Cabang Tanggulangin. Acara tersebut bertempat di Pusdiklat Hizbul Wathan, Pasuruan, Sabtu-Minggu (27-28/11/2021).

“Di sekolah ekologi diajarkan lebih mendalam tentang ekologi (lingkungan hidup) itu sendiri secara teori. Kemudian dipraktekkan langsung melalui follow up yang berupa menanam pohon dan membuat biopori di lingkungan sekitar,” ujar Syahrul, ketua pelaksana sekolah ekologi.

Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta ini, berawal dari keresahan PC IPM Tanggulangin tentang bencana alam yang sering terjadi, khususnya di Tanggulangin. Menurut Syahrul, Tanggulangin sudah menjadi sarang bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan para pelajar, lebih peduli dengan lingkungan, dan aktif dalam mitigasi bencana.

Banjir yang terjadi di Tanggulangin timur dan kerusakan alam yang diakibatkan pengeboran minyak, sudah menjadi penguat untuk diadakannya sekolah ekologi. “Bahkan satu desa terdapat empat titik pengeboran. IPM yang berada di Tanggulangin sudah selayaknya bergerak menjadi solusi bagi bencana alam yang terjadi, khususnya di Tanggulangin. Tapi bukan pada ranah pengadvokasian melainkan penyadaran dan mitigasi bencana,” nambah ketua pelaksana itu.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pepelingasih dan MDMC Sidoarjo ini memberikan tiga materi. Dimulai dengan materi pengenalan ekologi, kebencanaan, dan komunitas dengan tujuan akan terbentuk komunitas ekologi di Tanggulangin. Materi komunitas disampaikan oleh Salman Fajrus Sobakh yang mengatakan “Untuk membentuk komunitas, setidaknya harus memiliki tiga prinsip yakni pencerdasan, pemberdayaan, dan pembebasan,” ucap Wakil Lembaga Pengembangan Komunitas PP IPM itu.

Sekretaris Umum PC IPM Tanggulangin, Nadia Elva memberikan harapan nya untuk kegiatan ini. “Semoga dengan diadakannya sekolah ekologi membuat kita sadar untuk menjaga lingkungan. Tidak hanya dengan membuang sampah pada tempatnya saja, akan tetapi perilaku ramah kepada lingkungan alam sekitar akan membawa dampak positif bagi kita dan lingkungan,” ujar Nadia. (Hasan)

Tinggalkan Balasan