Oleh : Eka Julia Rohmawati
Di era yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, penanaman etika moral pada pelajar menjadi semakin krusial. Berbagai pendapat dari 5 narasumber menyoroti betapa nilai-nilai moral berfungsi sebagai fondasi karakter yang kokoh bagi siswa. Mereka sepakat bahwa moral etika tidak hanya membantu individu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan empati, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sosial serta profesional di masa depan.
Mereka juga mengemukakan bahwa keberhasilan penanaman etika moral dapat diukur melalui perubahan perilaku positif, penghargaan terhadap norma sosial, serta kemampuan untuk membuat keputusan yang etis, bahkan dalam situasi yang sulit. Dengan memiliki etika moral yang baik, pelajar diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.
Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri. Teknologi memberikan akses informasi yang luas dan alat pembelajaran yang interaktif, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan berpikir kritis. Narasumber berinisial R menegaskan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada teknologi dapat mengganggu konsentrasi belajar dan interaksi sosial, yang mana merupakan aspek penting dalam pengembangan karakter.
Narasumber berinisial N menambahkan bahwa meskipun teknologi memiliki manfaat, pengawasan dan pengendalian penggunaannya sangat diperlukan agar pelajar tidak kehilangan keterampilan dasar seperti berpikir kritis dan berinteraksi langsung. Narasumber berinisial A dan F juga sepakat bahwa teknologi seharusnya digunakan sebagai alat untuk mendukung pembelajaran, bukan menggantikan nilai-nilai moral yang fundamental.
Di tengah tantangan ini, harapan para narasumber terfokus pada keseimbangan antara penerapan etika moral dan pemanfaatan teknologi. Mereka berharap pelajar dapat menggunakan teknologi dengan bijak, memanfaatkan kemajuan digital untuk meningkatkan pembelajaran tanpa mengorbankan nilai-nilai moral. Dengan demikian diharapkan generasi mendatang dapat menjadi individu yang cerdas, beretika, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kesimpulannya, penanaman etika moral di kalangan pelajar tidak hanya penting untuk membentuk karakter yang baik, tetapi juga memerlukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Keseimbangan antara keduanya adalah kunci untuk menciptakan individu yang bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan.
(PD IPM LAMONGAN)


