Skip to main content

IPMJATIM.OR.ID – Gelaran Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE, Malang, Sabtu (4/7/2026), menjadi panggung bagi Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharam, untuk melontarkan pesan reflektif kepada ribuan kadernya.

Dalam sambutannya, Dany menegaskan bahwa organisasi pelajar sebesar IPM tidak boleh terjebak dalam zona nyaman. Ia mengibaratkan organisasi ini seperti bulan yang terus memikat manusia bukan karena diam, melainkan karena pergerakannya yang dinamis.

“Mengapa manusia selalu rindu dengan keindahan bulan di langit? Karena bulan terus bergerak, berotasi, berevolusi, dan berganti fase dari sabit menjadi purnama. Pergerakan itulah yang melahirkan daya tarik. Begitu pula dengan IPM. Gerakan kita dipandang dan ditaruh harapan besar karena kita terus bergerak,” tegas Dany di hadapan peserta Musywil.

Ia menekankan bahwa agenda Musywil bukan sekadar ritual suksesi kepemimpinan, melainkan ruang sakral untuk memproduksi ide dan inovasi. Dany membawa misi besar dari pusat, yakni “Membumikan Arah Baru IPM”. Salah satu fokus utama misinya adalah membangun algoritma pelajar di ruang digital.

Menurut Dany, tantangan IPM saat ini adalah mengisi ruang-ruang digital yang kini didominasi oleh remaja. Data menunjukkan 44 persen pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Inilah medan tempur baru bagi IPM.

“Tugas kita adalah masuk ke ruang-ruang itu untuk membangun ekosistem pelajar yang beradab, kritis, inovatif, dan berdaya. Kita tidak bisa diam di tengah arus digital yang begitu masif,” jelasnya.

Tak hanya bicara soal strategi, Dany juga memberikan petuah tentang etika berorganisasi. Ia meminta agar kontestasi kepemimpinan dalam Musywil ini dilakukan dengan prinsip bermusyawarah secara makruf.

“Jika terjadi silang pendapat, bersilanglah dengan santun. Jika berbeda pilihan, berbedalah dengan cara yang baik. Bagi yang menang, itu amanah. Bagi yang belum terpilih, jadilah kader sejati yang berlapang dada. Kekalahan tidak boleh mematikan integritas dan gerakan kita untuk IPM,” pungkasnya dengan nada yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

*Puskominfo

Leave a Reply